Minggu, 04 Juni 2017

Biografi Nur Hendrawati


Nur Hendrawati yang akrab dipanggil Nur lahir di Batang pada 19 Mei 1967. Dia adalah anak perempuan dari pasangan Much Lotin dan Tukini. Ia adalah anak ke-10 dari 12 bersaudara.

Masa kanak-kanak Nur dihabiskan di kota kelahirannya di Batang. Saat ia berusia 6 tahun,ia dan keluarganya pindah dan menetap di kota Magelang. Nur mulai bersekolah pada umur 6 tahun. Setelah lulus dari sekolah dasar, Nur melanjutkan sekolahnya kejenjang yang lebih tinggi di Sekolah Santo Yusuf. Setelah 3 bersekolah di Santo Yusuf ia pun lulus dan melanjutkan pendidikannya di SMEA atau sekarang lebih akrab dikenal sebagai SMKN 2 Magelang.

Lulus dari SMEA ia tidak melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi karena faktor biaya orang tuanya yang harus menyekolahkan semua anaknya yang berjumlah 12 orang. Karena tidak melanjutkan pendidikan, ia pun mencari pekerjaan dan diterima di pabrik baju yang bernama Giovani. Setelah beberapa tahun berkerja di sana ia berkenalan dengan seorang laki-laki yang bernama Much Fajar Sujatmoko. Setelah kenal lebih akrab akhirnya keduanya jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. Mereka menikah sekitar awal tahun 1999.

Pada tahun 2000 tepatnya pada tanggal 21 Desember 2000 Nur melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Nadine Sadida Ramadhani. Setelah melahirkan anaknya, Nur tidak lagi berkerj di pabrik Giovani. Setelah anaknya cukup besar , Nur pun berkerja lagi sebagai penjual ayam potong. Pada tahun 2009 suami Nur keluar dari pabrik dan membuka toko ayam potong sendiri untuk dimasukan ke restoran-restoran . Hingga saat ini mereka masih menyetorkan ayam potong ke restoran-restoran dan anak mereka sekarang sudah kelas satu SMA.

Sabtu, 01 April 2017

LAPORAN PELAJARAN LUAR SEKOLAH


LAPORAN PELAJARAN LUAR SEKOLAH


Pada hari Kamis,2 Maret 2017 siswa kelas X IPA dan IPS SMAN 2 Magelang mengadakan Pelajaran Luar Sekolah atau sering disebut “PLS” yang dilakukan di Museum Sangiran dan di Museum Kras Pracimantoro,berhubung ketika akan ke Museum Kras pihak sekolah mendapat kabar bahwa Museum Kras tutup pukul 16.00 WIB,jadi kunjungan ke Museum dibatalkan dan diganti kunjungan ke Pantai Baron yang lumayan dekat dengan lokasi Museum Kras. Kami berangkat dari sekolah sekitar pukul 07.00 WIB dengan menggunakan bus yang sudah disediakan oleh sekolah. Ada 6 bus yang mengantar kami menuju tempat tujuan PLS. Saya mendapat bagian bus 04. Di bus 04 didampingi oleh Pak Triyono,Pak Yusuf,dan Bu Corona. Kami tiba di Museum Sangiran sekitar pukul 11.00 WIB. Berikut hasil kunjungan saya di Musem Sangiran:

Museum Purbakala Sangiran adalah museum arkeologi yang terletak di Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Situs Sangiran memiliki luas mencapai 56 km² meliputi tiga kecamatan di Sragen (Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh) serta Kecamatan Gondangrejo yang masuk wilayah Kabupaten Karanganyar. Situs Sangiran berada di dalam kawasan Kubah Sangiran yang merupakan bagian dari depresi Solo, di kaki Gunung Lawu (17 km dari kota Solo). Museum Sangiran beserta situs arkeologinya, selain menjadi objek wisata yang menarik juga merupakan arena penelitian tentang kehidupan prasejarah terpenting dan terlengkap di Asia, bahkan dunia.
Sejarah singkat Situs Sangiran dimulai tahun 1893 ketika untuk pertamakalinya situs ini didatangi peneliti Eugene Dubois. Pada tahun 1932 L.J.C. van Es melakukan pemetaan secara geologis di Sangiran dan sekitarnya. Peta inilah yang digunakan oleh G.H.R.von Koenigswald pada tahun 1934 untuk melakukan survey eksploratif dengan temuan beberapa artefak prasejarah. Fosil-fosil hominid mulai ditemukan pada tahun 1936 dan hingga tahun 1941 Koenigswald telah menemukan sejumlah fosil Homo erectus .Museum Sangiran menyumbang hampir 50% untuk  perkembangan ilmu pengetahuan seperti Antropologi, Arkeologi, Geologi, Paleoanthropologi.


Dalam Museum Sangiran terbagi dari tiga ruang pamer yang menunjukan koleksi-koleksi fosil . Tiga ruang pamer tersebut  terdapat sekitar 13.809 koleksi fosil manusia purba dan merupakan terlengkap di Asia. Ada juga fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut, alat-alat batu, dan beberapa jenis hewan seperti badak, sapi, rusa, banteng, dan kerbau. Selain itu, museum ini dilengkapi pula dengan ruang audio visual untuk menyaksikan fosil peninggalan kehidupan masa prasejarah di Sangiran. Berikut adalah foto-foto fosil yang ada di Museum Sangiran:


Gambar diatas adalah fosil kura-kura puba

Gambar diatas adalah fosil buaya purba (Crocodylus.sp )yang panjang tubuhnya  mencapai 6,2 meter dan beratnya 1200 kg


Gambar diatas adalah fosil rahang babi purba


Gambar diatas adalah fosil tengkorak gajah purba


Gambar diatas adalah fosil tengkorak kerbau


Berikut adalah foto-foto fosil manusia purba yang ada di Museum Sangiran :

Gambar diatas adalah fosil tengkorak manusia purba 
Gambar diatas adalah fosil tengkorak manusia purba


Gambar diatas adalah kehidupan manusia purba pada jaman dahulu


Gambar diatas adalah fosil manusia purba







Setelah selesai melihat-lihat di Museum Sangiran kami pun langsung berangkat menuju Pantai Baron . Kami berangkat ke Pantai Baron sekitar pukul 12.00 WIB . Saat menuju ke pantai kami diberi makan siang dan kami memakannya di dalam bus. Perjalanan menuju ke Pantai Baron sekitar 4,5 jam . Kami tiba di Pantai Baron sekitar pukul 17.00 WIB.Di pantai Baron kami hanya diberi waktu 1,5 jam untuk menikmati pemandangan dan sunset. Berikut adalah foto-foto saat di pantai Baron :









Setelah petang kami pun kembali menuju bus untuk mengganti baju . Setelah itu, kami melaksanakan shalat Magrib di masjid dekat pantai. Sekitar jam 19.00 WIB kami meninggalkan pantai Baron dan menuju ke rumah makan untuk makan malam. Perjalanan dari pantai menuju ke rumah makan hanya sebentar tidak sampai 10 menit . Setelah selesai makan malam kami pun melaksanakan shalat Isya di masjid yang ada di rumah makan. Setelah selesai shalat Isya sekitar pukul 20.00 WIB,kami pun langsung bergegas masuk bus dan langsung pulang menuju sekolah lagi. Saat perjalanan pulang kami semua tertidur di dalam bus karena sudah kelelahan. Kami tiba di SMAN 2 Magelang sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah itu kami langsung pulang menuju rumah masing-masing.